Icon Bali Mall: 1-7 June

Search program updates, films, or FAQs:

Balinale 2026 Hadirkan 94 Film dari 38 Negara

2026/05/6a13dc7cb4c89.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Bali International Film Festival atau Balinale akan membuka edisi ke-19 pada 1 hingga 7 Juni 2026 di kawasan Sanur, Bali.

Tahun ini, Balinale menghadirkan 94 film dari 38 negara, terdiri dari 20 World Premiere, 10 International Premiere, dan 26 Asian Premiere.

Venue utama festival berpusat di Icon Bali Mall dengan program pemutaran film di Cinema XXI, serta sejumlah acara yang tersebar di berbagai lokasi terpilih di Sanur, termasuk The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.

Program kompetisi resmi mencakup lima kategori yakni Film Cerita Panjang, Film Dokumenter Panjang, Film Pendek Naratif, Film Pendek Dokumenter, dan Animasi Pendek.

Di kategori film cerita panjang, empat film bersaing memperebutkan penghargaan utama, yakni Mon Ami dari Tunisia, Aisha Can’t Fly Away dari Mesir, Death Drive dari Korea Selatan, dan Sound of Falling dari Jerman.

Salah satu sorotan utama edisi ini adalah status Oscar-qualifying yang melekat pada penghargaan film pendek.

Pemenang terbaik dari tiga kategori pendek yaitu naratif, dokumenter, dan animasi akan dipertimbangkan dalam seleksi Academy Award untuk kategori Film Pendek Terbaik.

Balinale 2026 juga memperkenalkan kategori penghargaan baru bernama Best Indonesian Short Tapestry of Indonesia, yang dirancang untuk merayakan kekayaan dan keberagaman cerita dari sineas Indonesia.

Sebanyak 26 film Indonesia turut hadir dalam program festival tahun ini.

Dewan juri edisi ini diisi nama-nama dari berbagai negara.

Dari Indonesia, hadir sutradara Yosep Anggi Noen, aktris Marcella Zalianty, penyanyi sekaligus aktris Annissa Shanty, sineas dan dosen I Made Denny Chrisna Putra, serta produser Nirartha Bas Diwangkara.

Mereka bergabung bersama juri internasional dari Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, dan Italia.

Festival dibuka dengan film Euphoria karya sutradara Julian Rosefeldt asal Jerman.

Sementara film The End, karya terbaru Joshua Lincoln Oppenheimer, telah dipilih untuk menjadi penutup Balinale 2026.

Joshua Oppenheimer juga hadir dalam program kompetisi Short Documentary lewat karya lainnya berjudul The Revolution Against Death.

Selain program kompetisi dan pemutaran film, Balinale 2026 menghadirkan Bali Film Forum sebagai platform industri, serta Cinema by the Sea sebagai program komunitas.

Tiket tersedia melalui TIX ID, dan seluruh film berbahasa non-Inggris dilengkapi teks bahasa Inggris.

sumber: https://www.kompas.com/hype/read/2026/05/30/125831566/balinale-2026-hadirkan-94-film-dari-38-negara-buka-edisi-ke-19-dengan