Balinale In Association With Apec Sound And Motion Festival Presents Over 50 Films From 20 Countries

posted in: Press Release

Bali, Indonesia – BALINALE International Film Festival celebrates the art of global cinema in presenting all genres of mainstream, independent, documentary and short films from around the world. The week-long event will present 50 films from 20 countries promising something for everyone at this year’s festival. 

Bali, Indonesia – Balinale International Film Festival merayakan seni sinema global dalam menyajikan semua genre layar lebar, independen, dokumenter dan film pendek dari seluruh dunia. Acara selama seminggu akan menghadirkan 50 film dari 20 negara menjanjikan sesuatu untuk semua orang di festival tahun ini

BALINALE proudly hosts the World Premiere of MANUSIA SETENGAH SALMON introduced by writer/actor Raditya Dika. Other notable filmmakers attending the festival and presenting their films are: Asian Premiere AMERICAN SONGWRITER (USA) by Michael AltmaN (son of legendary director Robert Altman), International Premiere TATARAKIHI – THE CHILDREN OF PARIHAKA (NZ) by Paora Joseph. BORN TO SING (Korea) by JP LEE with lead actress Hyoun-kyoung Ryu, the yet to be released AIR MATA TERAKHIR BUNDA (Indonesia) by Endri Pelita plus the critically acclaimed 9 SUMMERS 10 AUTUMNS (Indonesia) by Ifa Isfansyah. 

Balinale bangga menjadi tuan rumah Tayangan Pertama MANUSIA SETENGAH SALMON diperkenalkan oleh penulis /aktor Raditya Dika. Pembuat film terkenal lainnya yag akan hadir di festival dan menyajikan film-film mereka: Asia Premiere AMERICAN Songwriter (USA) oleh Michael Altman (putra sutradara legendaris Robert Altman), International Premiere TATARAKIHI – The Children of PARIHAKA (NZ) oleh Paora Joseph. BORN TO SING (Korea) oleh JP Lee dengan aktris utama Hyoun-kyoung Ryu, yang belum dirilis AIR MATA TERAKHIR BUNDA (Indonesia) oleh Endri Pelita ditambah kritis diakui 9 SUMMERS 10 Autumns (Indonesia) oleh Ifa Isfansyah.

Festival screenings include; multi-award winner THE ROCKET (Australia/Thailand/Laos) by Kim Mordaunt, LIBERTA (Singapore/Australia) by Kan Lume plus main stream releases, ABOUT TIME (UK) by Richard Curtis and DON JON (USA) by Joseph Gordon-Levitt, with a series of short films that will take you around the globe in 108 minutes.

Yang juga akan ditayangkan adalah; pemenang beberapa penghargaan THE ROCKET (Australia/Thailand/Laos) oleh Kim Mordaunt, LIBERTA (Singapura / Australia) oleh Kan Lume juga yg akan di rilis arus utama, ABOUT TIME (UK) oleh Richard Curtis dan DON JON (USA) oleh Joseph Gordon-Levitt, dengan serangkaian film pendek yang akan membawa Anda ke seluruh dunia dalam 108 menit.

The festival serves as a platform for Indonesian artists to present their work and meet & greet their loyal fan base; guests include; Happy Salma, Ario Bayu, Maudy Koesnaedi, Tika Bravani, Vino G. Bastian and Marsha Timothy, amongst others.

Festival Balinale menyediakan kemudahan artis Indonesia menyertai karya mereka sekaligus kesempatan  bertemu dengan para fans. Diantara artis yang akan hadir di festival Balinale :  Happy Salma, Ario Bayu, Maudy Koesnaedi, Tika Bravani, Vino G. Bastian and Marsha Timothy dll.

The Complete Festival Program will be Announced 15 September.

Keseluruhan Program Festival yang akan diumumkan pada  15 September.

Held at Cinema XXI digital format theatre, Beachwalk Kuta-Bali from 3-10 October 2013, BALINALE is the only international film festival in Indonesia acknowledged internationally for the quality and diversity of its programming and its professional delivery of the associated events. The festival is recognized for its specialized knowledge and importance in promoting Indonesia’s potential film industry growth, as well as, the region. 

Diadakan di Cinema XXI dalam format digital, Beachwalk Kuta-Bali 3-10 Oktober 2013, Balinale adalah satu-satunya festival film internasional di Indonesia yang diakui secara internasional untuk kualitas dan keragaman pemrograman dan dipersembahkan secara profesional.  Festival ini diakui untuk memberi pengetahuan khusus dan penting dalam meningkatkan pertumbuhan industri film potensi Indonesia, juga sekitarnya.

This year’s seventh BALINALE coincides with the annual Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Leaders’ Meeting in Bali. Many of the organization’s 21 member economies support strong film industries and the importance of film as a viable means of exposing a destination and the creative individuals and industries as an area of focus for future economic growth. The festival is proud to support APEC Sound and Motion Festival as part of the Indonesian Coordinating Ministry for Economic Affairs ‘Unthinkable Week’ held 2 – 5 October. 

Tahun ini. Balinale tahun ketujuh, bertepatan dengan acara tahunan Pertemuan Pemimpin “Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC)” ‘di Bali. Sebanyak 21 negara anggota organisasi mendukung industri film yang kuat dan memahami pentingnya film sebagai sarana yang layak memperlihatkan tujuan dan individu yang kreatif dan industri sebagai daerah fokus untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan. Dengan bangga Festival mendukung Suara APEC dan Motion Festival sebagai bagian dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia ‘Unthinkable Week yang diselenggarakan 02-05 Oktober.

BALINALE program includes; Red Carpet Premieres, Audience Choice Awards, Film Industry Forums, Masterclass and a year-long series of Educational Workshops conducted by award winning filmmakers. 


Balinale Program meliputi; Premieres Red Carpet, Audience Choice Awards, Film Forum Industri, Masterclass dan serangkaian tahun-panjang Lokakarya Pendidikan dengan pembicara Para Sineas yang memenangkan penghargaan.

Continuing the work of the festival in nurturing talented individuals, Mark Travis will run a Directing Masterclass from 2-4 October. Considered the ‘Director’s Director’, Mark has over 30 awards in film, TV & theater. SAE Institute Jakarta will also hold two workshops conducted by faculty members who will share their knowledge and real world experience. SAE Institute in conjunction with BALINALE is offering scholarships at their state-of-the-art Jakarta campus. Both these programs offer excellent opportunities to learn from the best the art and craft of scripting, casting and directing and general filmmaking. 

Kelanjutan dari kerja Festival dalam membina individu-individu berbakat,  Mark Travis akan menjalankan Directing Masterclass 2-4 Oktober. Sebagai  “Sutradaranya Sutradara’, Mark memiliki lebih dari 30 penghargaan dalam film, TV & teater. SAE Institute Jakarta juga akan menggelar dua lokakarya yang dilakukan oleh anggota fakultas yang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman dunia nyata. Berkaitan dengan Balinale, SAE Institute menawarkan beasiswa di kampus Jakarta dengan fasilitas state-of-the-art. Kedua program ini menawarkan kesempatan yang sangat baik untuk belajar dari yang terbaik seni dan kerajinan scripting, casting dan mengarahkan dan pembuatan film umum.

BALINALE will also hold its annual Children’s Charity Program where we invite under privileged children to experience the world of cinema for the very first time. 

Setiap tahun Balinale juga akan mengadakan Program Gratis untuk Anak yang mana kami mengundang anak-anak kurang mampu untuk menonton film dalam Theather untuk pertama kalinya.

About BALINALE / Tentang Balinale

Established in 2007 by Bali Taksu Indonesia Foundation, founders Christine Hakim, Indonesian award winning filmmaker, Cannes Film Festival Jury Member and UNESCO Goodwill Ambassador for Teacher Education in SE-Asia and Bali Film Center director Deborah Gabinetti along with Foundation Chairperson Inneke Indriyani believe film can inform and educate societies in building stronger communities bringing more awareness of global and local issues such as economic, social and environmental acting as an effective way of connecting and communicating.

Didirikan pada tahun 2007 oleh Yayasan Bali Taksu Indonesia, dengan pendirinya Christine Hakim, sebagai seorang yang telah banyak memenangkan penghargaan dalam dunia perfilman memenangkan, Festival Film Cannes Jury Anggota dan UNESCO Goodwill Ambassador untuk Pendidikan Guru di SE-Asia dan Deborah Gabinetti, Direktur dari Bali Film Center bersama dengan Ketua Yayasan Inneke Indriyani penghargaan Indonesia yang percaya film dapat memberikan informasi dan mendidik masyarakat dalam membangun masyarakat yang lebih kuat membawa kesadaran tentang isu-isu global dan lokal seperti akting ekonomi, sosial dan lingkungan sebagai cara yang efektif untuk menghubungkan dan berkomunikasi.

International productions filming in Indonesia and associated and/or screened in the festival include; Sony Pictures’ Eat Pray Love (Bali); Universal Pictures’ Savages (Moyo); QED International’s Alex Cross (Bali), Magidson Films’ Samsara (Java and Bali); Warner Bros IMAX’s Under the Sea (Komodo); and Born to be Wild (Kalimantan). 

Produksi internasional syuting di Indonesia dan terkait dan / atau diputar di festival termasuk, Sony Pictures ‘Eat Pray Love (Bali), Universal Pictures’ Savages (Moyo); QED International Alex Cross (Bali), Magidson Film ‘Samsara (Jawa dan Bali ), Warner Bros IMAX adalah Under the Sea (Komodo), dan Born to be liar (Kalimantan).

Festival Official Partners include: Garuda Indonesia, The Stones Hotel – Legian Bali and Audi. Sponsors & Supporters are; Telkomsel, Bali Film Center, US Embassy Jakarta, Sheraton Bali, Metro TV, MRA Printed Media, The Jakarta Post Group and Aerowisata Hotels & Resorts.

Mitra resmi Festival: Garuda Indonesia, The Stones Hotel-Legian Bali dan Audi. Sponsor & Pendukung adalah: Telkomsel, Bali Film Center, Kedubes AS Jakarta, Sheraton Bali, Metro TV, MRA Printed Media, The Jakarta Post Group dan Aerowisata Hotels & Resorts.

Endorsed by: Ministries of Industry, Tourism and Creative Economy, Education and Culture, Bali Governor’s Office and Badung Regency, Bali.

Didukung oleh: Kementerian Perindustrian, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Gubernur Bali dan Kabupaten Badung, Bali.