Balinale, Momentum Film Indonesia Tembus Dunia

Sumatra Ekspres – Balinale atau Bali International Film Festival kembali memberikan peluang kepada pembuat film Indonesia untuk go internasional. Ini karena ajang yang sudah memasuki tahun ke-11 ini tidak hanya dihadiri penonton domestik. Dengan magnet Bali sebagai destinasi wisata dunia, pembuat film manca negara juga dipastikan merapat ke kegiatan yang dilaksanakan di Cinemaxx Lippo Mall Kuta, Bali, pada 24-30 September 2017. Bahkan ajang ini diklaim separo penontonnya berasal dari luar negeri.

“Kami senang ada pembuat film Indonesia yang ikut Balinale karena penonton di sini separonya orang luar negeri. Ini akan jadi keuntungan bagi film Indonesia karena ditonton oleh banyak orang dari berbagai negara. Tentu di sini akan ada banyak cerita dan pengkayaan informasi terkait teknologi,” ungkap Direktur Balinale Deborah Gabinetti bersama beberapa perwakilan pembuat film di ajang ini kepada media di Kawasan Semanggi, Jakarta, Kamis (7/9).

Deborah menjelaskan, ajang ini awalnya digelar pada 2007 dengan diramaikan enam sampai delapan film. Memasuki 2017, sebanyak 108 film dari 42 negara ambil bagian. Jenisnya macam-macam. Ada film pendek, dokumenter, serta film panjang dari berbagai genre. Film yang ikut meramaikan di antaranya, Bluebeard (Korea Selatan), Nokas (Indonesia), Almacenados (Meksiko), Parasite (Hungaria), Blank 13 (Jepang), Jonah (Austria), Nameless Boy (Indonesia), dan Cold1 of Kalandar (Turki).

“Dengan mengambil tema ‘menghubungkan komunitas melalui dunia film’, kami ingin semua bisa belajar dan mengerti masing-masing negara melalui film karena film lebih berbicara,” terangnya yang menegaskan bahwa ajang ini juga menjaga kegiatan amal dengan mendatangkan anak-anak.

Lanjutnya, ada yang baru dari pelaksanaan Balinale dari tahun-tahun sebelumnya. Pada edisi kali ini, Balinale perkenalkan kategori ‘In Competition’. Ada kompetisi diantara film untuk dinilai oleh para juri yang dipimpin Michael Rowe (Australia/Meksiko), pemenang kamera emas di Festival Film Cannes dan Venice Days Award. Kemudian mantan Direktur Taipei Film Fertival Jeane Huang (Taiwan), Erwin Andara penulis dan sutradara Rumah di Seribu Ombak yang memenangkan berbagai penghargaan. Pemenang di setiap kategori akan mendapatkan piala yang merupakan kerajinan tangan lokal Bali dan sertifikat.

“Di acara ini juga akan ada workshop dan diskusi antarkomunitas film. Akan hadir di acara ini perwakilan dari disney, universal studio, NBC, dan masih banyak lagi. Dari kegiatan ini diharapkan Balinale bisa membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi industri film Indonesia hingga akhirnya akan membawa kesuksesan bagi Indonesia. Apalagi di acara ini juga kami akan mengundang unsur Pemerintah seperti Menteri Pendidikan, Menteri Pariwisata, Bekraf, dan BKPM karena kebijakan ada di sana semua,” jelas Produser Balinale Inneke Indriyani. (kmd)