Adipati Dolken: Balinale Beri Kesempatan bagi Sutradara Muda

Adipati Dolken hadir di Bali International Film Festival (Balinale) 2014 atau 8th Annual Balinale di Cinema XXI Beachwalk Mall, Kuta, Bali, Jumat (17/10/2014) malam. Dalam kesempatan itu Adipati mewakili tim produksi film Slank Nggak Ada Matinya.(KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA)

Penulis Irfan Maullana | EditorAti Kamil

KUTA, KOMPAS.com -- Menurut artis peran Adipati Dolken (23), Bali International Film Festival (Balinale) 2014 atau 8th Annual Balinale, yang diadakan di Beachwalk Mall, Kuta, Bali, 12-18 Oktober 2014, telah memberi kesempatan bagi para sutradara muda pendatang baru dari Indonesia untuk menunjukkan karya-karya mereka ke mata internasional.

"Beruntung banget di Balinale ini bisa angkat sutradara film baru," kata Adipati dalam wawancara di Cinema XXI Beachwalk Mall, Kuta, Bali, Jumat (17/10/2014) malam.

Menurut pemeran pemain drum Bimbim "Slank" dalam film Slank Nggak Ada Matinya ini, para sutradara muda pendatang baru dari negeri ini patut mendapat kesempatan untuk memertontonkan karya mereka melalui festival-festival film internasional. Alasannya, para sutradara muda dari Tanah Air, sebagaimana Fajar Bustomi, sutradara Slank Nggak Ada Matinya, bukanlah orang yang "hijau" di bidang film.

"Mereka pasti sudah menyerap ilmu dari guru-gurunya. Seperti film Slank Nggak Ada Matinya ini kan awalnya sama Mas Hanung (sutradara Hanung Bramantyo), tapi pas mulai sutradaranya sama Fajar Bustomi," jelasnya.

Adipati mengaku oke-oke saja bekerja sama dengan para sutradara muda pendatang baru.

"Gue pribadi main sama sutradara baru, menyenangkan. Memang kelihatannya baru, tapi mereka sudah lama kerja di film," ujarnya.

source: https://tekno.kompas.com/read/2014/10/18/171115910/Adipati.Dolken.Balinale.Beri.Kesempatan.bagi.Sutradara.Muda