Tentang Festival

Testimonial Michael Rowe

Sejak tahun 1930, secara geografis dan keragaman Budaya, Pulau Bali telah menginspirasi kreativitas, seni dan semangat dengan kehidupan seremonial yang berwarna-warni dan budaya tradisional yang unik. Bali International Film Festival, juga dikenal sebagai BALINALE, mengundang para sineas internasional untuk mempresentasikan karya mereka kepada masyarakat setempat dan ekspatriat seluruh dunia.

Diakui secara internasional untuk keaneka-ragaman program BALINALE yang terdiri dari film fiksi, dokumenter, film layar lebar dan film pendek baik dari Indonesia maupun film independen serta pemenang penghargaan internasional. Selain itu BALINALE melakukan pertemuan informal untuk membahas film, tren dan kemajuan industri yang tumbuh secara cepat.

Testimonial David Michod

BALINALE dikenal dengan keahlian khususnya dalam mempromosikan perfilman Indonesia dan menginspirasi sineas Indonesia dengan diadakannya workshop dan seminar sebagai bagian penting dari program ini, bersama dengan sineas internasional yang setiap tahunnya membantu kami mencapai tujuan menyatukan pertemuan kreativitas global.

Cinemaxx (PT. Cinemaxx Global Pasifik), sebagai ''Official Venue Partner’ merupakan bioskop modern, state-of-the-art, lima studio multiplex, terletak di Lippo Mall Kuta yang terkenal dan nyaman di Jl. Kartika Plaza, Pantai Kuta Selatan.

Testimonial Richard Todd

BALINALE aktif berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan industri lainnya, seperti Motion Picture Association, Asia Pacific Screen Awards (Brisbane, Australia), ASEAN International Film Festival & Awards (Kuching, Malaysia), Asian Film Commissions Network (20 negara anggota), American Film Showcase dan Sundance Institute's Film Forward.

Festival ini didukung oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi, yang telah terbukti berpartisipasi dalam memberikan manfaat budaya, politik dan ekonomi bagi negara. Didirikan pada tahun 2007, yayasan non-profit, non-pemerintah dan sangat didukung oleh masyarakat dalam program amal untuk anak-anak, kunjungan ke sekolah dan bioskop di area terbuka, yang dikenal sebagai 'tancap Layar'.

Full House for the Festival Screening